Model Pembelajaran Matematika Interaktif

Pada kesempatan kali ini saya akan mengulas tentang model pembelajaran matematika interaktif. Semoga bermanfaat

A. Pengertian Model Pembelajaran Course Review Horay

Dalam (Yanti, nl, dkk), pengertian model pembelajaran course review horay adalah satu model pembelajaran yang dapat membantu siswa untuk menumbuhkan kemampuan berfikir kritis. Menurut Suprijono (2009) mengemukakan bahwa model pembelajaran kooperatif tipe course review horay merupakan model pembelajaran yang dapat digunakan guru agar dapat tercipta suasana pembelajaran di dalam kelas yang lebih menyenangkan, sehingga siswa merasa lebih tertarik. Karena dalam model pembelajaran kooperatif tipe course review horay ini, apabila siswa dapat menjawab secara benar maka siswa tersebut diwajibkan meneriakkan kata “hore” ataupun  yel-yel yang disukai dan telah disepakati oleh kelompok maupun individu.

Model pembelajaran kooperatif tipe course review horay juga merupakan suatu model pembelajaran dengan pengujian pemahaman siswa menggunakan soal dimana jawaban dituliskan pada kartu atau kotak yang telah dilengkapi nomor dan untuk siswa atau kelompok yang mendapatkan jawaban yang benar terlebih dahulu harus berteriak „horay‟ atau menyanyikan yel-yel kelompoknya. Model pembelajaran kooperatif tipe course review horay merupakan salah satu pembelajaran kooperatif yaitu kegiatan belajar mengajar dengan cara pengelompokkan siswa ke dalam kelompok-kelompok kecil.

Pendapat lain menyatakan model pembelajaran kooperatif tipe course review horay merupakan suatu model pembelajaran yang dapat digunakan guru agar dapat tercipta suasana pembelajaran di dalam kelas yang lebih menyenangkan, sehingga siswa merasa lebih tertarik (Imade, W,. Dkk; 2014).

Menurut Imran (dalam Putra, 2012) ciri utama model pembelajaran course review horay adalah siswa yang terbagi dalam beberapa kelompok diminta untuk membuat lembar kerja dengan sembilan kotak bernomor acak dan berlomba mencapai pola tertentu untuk dapat meneriakkan “hore!”. Jadi, dengan diterapkannya model pembelajaran course review horay, siswa menjadi lebih tertarik dalam mengikuti pembelajaran.

Model pembelajaran course review horay menuntun agar dapat bekerjasama dalam menyusun strategi dalam memberi nomor pada setiap kotak jawaban, karena guru akan membacakan nomor soal secara acak. Jika siswa mampu mendapat jawaban benar dan sudah mendapatkan tanda (V) baik secara vertikal, horizontal maupun diagonal dapat meneriakkan kata horay. Semakin banyak jawaban benar dan kata horay yang diucapkan maka skor yang diperoleh siswa akan semakin tinggi. Dalam tahap ini dituntut untuk lebih kritis, siswa yang ingin menjadi juara dalam setiap kegiatan pembelajaran yang dilakukan harus berusaha keras untuk mendapatkan jawaban yang benar.

Selain itu penerapan model pembelajaran course review horay sekaligus mengajarkan siswa untuk bersosialisai dengan temannya. Siswa dapat saling bekerjasama satu sama lain, sehingga tercipta suasana kekeluargaan saat belajar di kelas. Kerjasama yang dilakukan siswa dalam kegiatan belajar akan memunculkan banyak argumen-argumen dari siswa untuk memecahkan permasalahan yang diberikan kepadanya. Siswa dapat bertukar pendapat dengan rekan sekolompoknya agar mendapatkan jawaban yang benar sehingga siswa dapat menerikan kata horay. Pendapat-pendapat yang disampaikan siswa saat berdiskusi akan membuat siswa lebih kritis dalam menyelesaikan permasalahan yang diberikan kepadanya. Siswa akan menganalisis berbagai fakta dan informasi yang diperolehnya selama melakukan diskusi. Dalam kegiatan inilah kemampuan berpikir kritis siswa dapat diasah.

Melalui model pembelajaran course review horay, diharapkan siswa dapat menumbuhkan kemampuan berpikir kritis dalam memecahkan setiap permasalahan yang dihadapi baik di lingkungan tempat tinggalnya maupun di sekolah. Selain itu model pembelajaran ini, juga dapat memberi suasana yang menyenangkan bagi siswa saat mengikuti pelajaran. Teriakan horay dari siswa akan membangkitkan semangat siswa untuk belajar sehingga akan tercipta suasana kelas yang aktif, kreatif, menyenagkan dan dapat menuntaskan indikator pembelajaran yang telah disusun guru.

B. Langkah-Langkah Model Pembelajaran Course Review Horay

Menurut Suyatno (2009) menyatakan bahwa langkah-langkah model pembelajaran kooperatif tipe course review horay diantaranya: informasi kompetensi, sajian materi, Tanya jawab untuk pemantapan, siswa atau kelompok menuliskan nomor sembarang dan dimasukkan ke dalam kotak, guru membacakan soal yang nomornya dipilih acak, siswa yang punya nomor sama dengan nomor soal yang dibacakan guru berhak menjawab, jika jawaban benar maka diberi skor dan siswa menyambutnya dengan yel hore atau yang lainnya (pemberian reward), penyimpulan dan evaluasi.

Hamzah dan Nurdin (2011), menjabarkan langkah-langkah model pembelajaran course review horay sebagai berikut:

  1. Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai.
  2. Guru mendemonstrasikan/menyajikan materi sesuai.
  3. Memberi kesempatan siswa untuk bertanya.
  4. Untuk menguji pemahaman, siswa disuruh membuat kotak 9/16/25 sesuai kebutuhan dan setiap kotak diisi angka sesuai dengan selera masing-masing siswa.
  5. Guru membacakan soal secara acak dan siswa menulis jawaban dalam kotak yang nomornya disebutkan guru dan langsung berdiskusi, kalau benar beri tanda (√) dan kalau salah beri tanda (x).
  6. Siswa yang sudah mendapat tanda (√) vertikal, horizontal atau diagonal harus segera berteriak horay! atau yel-yel lainnya.
  7. Nilai dihitung dari jawaban benar dan horay! yang diperoleh.

Menurut Hamid (2011), berikut merupakan langkah-langkah model pembelajaran kooperatif tipe course review horay:

  1. Guru menyampaikan kompetensi yang akan dicapai.
  2. Guru mendemonstrasikan/ menyajikan materi.
  3. Untuk menguji pemahaman, siswa disuruh membuat kotak 9/16/25 sesuai kebutuhan dan tiap kotak diisi angka sesuai dengan selera masing-masing siswa.
  4. Guru membacakan soal secara acak dan siswa menulis jawaban di dalam kotak yang nomornya telah disebutkan guru dan langsung didiskusikan, kalau benar diisi tanda benar (√) dan salah diisi tanda silang (x).
  5. Siswa yang sudah mendapat tanda √ vertikal atau horizontal, atau diagonal harus berteriak hore atau yel-yel lainnya.
  6. Nilai siswa dihitung dari jawaban benar dan jumlah hore yang diperoleh.

Sedangkan menurut Miftahul (2014) menyatakan ada 9 langkah-langkah model pembelajaran Course Review Horay (CRH) adalah sebagai berikut:

  1. Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai.
  2. Guru menyajikan atau mendemonstrasikan materi sesuai topik dengan tanya jawab.
  3. Guru membagi siswa dalam kelompok-
  4. Untuk menguji pemahaman, siswa diminta membuat kartu atau kotak sesuai dengan kebutuhan. Kartu atau kotak tersebut kemudian diisi dengan nomor yang ditentukan guru.
  5. Guru membaca soal secara acak dan siswa menuliskan jawabannya di dalam kartu atau kotak yang nomornya disebutkan guru.
  6. Setelah pembacaan soal dan jawaban siswa ditulis di dalam kartu atau kotak, guru dan siswa mendiskusikan soal yang telah diberikan tadi.
  7. Bagi pertanyaan yang dijawab benar, siswa memberi tanda check list (√) dan langsung berteriak “hore!!” atau menyanyikan yel-yelnya.
  8. Nilai siswa dihitung dari jawaban yang benar dan yang banyak berteriak “hore!!”.
  9. Guru memberikan reward pada kelompok yang memperoleh nilai tertinggi atau yang paling sering memperoleh “hore!!”.

C. Kelebihan Model Pembelajaran Course Review Horay

Menurut Armi (2012) kelebihan dari pembelajaran tipe course review horay antara lain:

  1. Siswa ikut aktif dalam belajar.
  2. Melatih kerjasama dan kemampuan siswa dalam menyelesaikan masalah.
  3. Suasana belajar dan interaksi yang menyenangkan membuat siswa lebih menikmati pelajaran sehingga siswa tidak mudah bosan untuk belajar.
  4. Melatih siswa untuk mencapai tujuan-tujuan hubungan sosial yang pada akhirnya mempengaruhi prestasi akademik siswa.

Selain itu kelebihan pembelajaran course review horay adalah:

  1. Tidak membutuhkan biaya yang relatif mahal.
  2. Pembelajarannya menarik dan mendorong siswa aktif.
  3. Pembelajarannya tidak monoton karena pembelajaran dikemas dalam bentuk permainan sehingga suasana tidak menegangkan.
  4. Melatih siswa untuk bekerjasama.

D. Kekurangan Model Pembelajaran Course Review Horay

Menurut Armi (2012), pembelajaran kooperatif tipe course review horay juga memiliki kekurangan antara lain:

  1. Siswa aktif dan pasif nilainya disamakan.
  2. Adanya peluang untuk curang.

Selain itu kelemahan pembelajaran course review horay adalah:

  1. Memerlukan waktu yang lama.
  2. Guru tidak dapat mengetahui kemampuan siswa masing-masing

E. Pengertian Model Pembelajaran Student Facilitator And Exsplaining

Menurut Suyatno (2009) model Student Facilitator and Explaining adalah suatu metode yang memberikan kesempatan kepada siswa atau peserta didik untuk mempresentasikan ide atau pendapat pada rekan peserta didik lainnya, melalui bagan/peta konsep maupun media lainnya. Sedangkan menurut Hanafia dan Suhana (2009) model Student Facilitator and Explaining merupakan suatu metode yang efektif melatih siswa dalam berbicara untuk menyampaikan ide/ pendapat sendiri.

Berdasarkan pendapat di atas, maka dapat disimpulkan bahwa model Student Facilitator and Explaining adalah suatu metode pembelajaran yang efektif melatih siswa dalam berbicara dengan cara memberikan kesempatan kepada siswa atau peserta didik untuk menyampaikan ide/pendapatnya sendiri kepada peserta didik lainnya, melalui bagan/peta konsep maupun media lainnya.

F. Langkah-langkah  Model Pembelajaran Student Facilitator And Exsplaining

Menurut Suyatno (2009), langkah-langkah dalam metode Student Facilitator and Explaining adalah:

  1. Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai.
  2. Guru menyajikan/mendemontrasikan materi.
  3. Memberi kesempatan siswa/peserta didik untuk menjelaskan kepada peserta didik lainnya baik melalui bagan/peta konsep maupun yang lainnya.
  4. Guru menyimpulkan ide/pendapat dari siswa.
  5. Guru menerangkan semua materi yang disajikan saat itu.
  6. Penutup

G. Kelebihan Model Pembelajaran Student Facilitator And Exsplaining

Kelebihan model pembelajaran student facilitator and explaining adalah sebagai berikut:

  1. Materi yang disampaikan lebih jelas dan konkret.
  2. Dapat meningkatkan daya serap siswa karena pembelajaran dilakukan dengan demonstrasi.
  3. Melatih siswa untuk berperan menjadi guru.
  4. Memacu motivasi siswa untuk menjadi yang terbaik dalam menjelaskan materi ajar.
  5. Mengetahui kemampuan siswa dalam menyampaikan ide atau gagasan.

H. Kekurangan Model Pembelajaran Student Facilitator And Exsplaining

Kekurangan model student facilitator and explaining antara lain:

  1. Siswa yang pemalu tidak mau mendemonstrasikan apa yang diperintahkan oleh guru kepadanya atau banyak siswa yang kurang aktif.
  2. Tidak semua siswa memiliki kesempatan yang sama untuk melakukannya atau menjelaskan kembali kepada teman-temannya karena keterbatasan waktu pembelajaran.
  3. Adanya pendapat yang sama sehingga hanya sebagian saja yang terampil.
  4. Tidak mudah bagi siswa untuk membuat peta konsep atau menerangkan materi ajar secara ringkas.
  5. Pengertian Model Pembelajaran Demonstrasi

Menurut Nana Sudjana (2010), metode demonstrasi adalah suatu metode mengajar memperhatikan bagaimana jalannya suatu proses terjadinya sesuatu. Menurut Djamarah (2005), metode demonstrasi adalah suatu metode yang digunakan untuk memperlihatkan sesuatu proses atau cara kerja suatu benda yang berkenaan dengan bahan pelajaran. Sementara itu menurut Syaiful (2007), menjelaskan bahwa metode demonstrasi adalah pertunjukan tentang terjadinya suatu peristiwa atau benda sampai pada penampilan tingkah laku yang dicontohkan agar dapat diketahui dan dipahami oleh peserta didik secara nyata atau tiruannya.

Dari beberapa pendapat atas dapat disimpulkan bahwa dapat disimpulkan bahwa metode demonstrasi adalah metode pembelajaran dimana seorang guru ataupun siswa memperagakan langsung suatu hal yang kemudian diikuti oleh siswa yang lain sehingga ilmu atau keterampilan yang didemonstrasikan lebih dapat bermakna dalam ingatan masing-masing siswa.

  1. Langkah-langkah Model Pembelajaran Demonstrasi

Metode demonstrasi memiliki cara atau langkah-langkah kerja dalam penerapannya dalam sebuah pembelajaran di sekolah. Adapun langkah-langkah metode demonstrasi tersebut adalah sebagai berikut:

  1. Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai
  2. Guru menyajikan gambaran sekilas materi yang akan disampaikan
  3. Menyiapkan bahan atau alat yang diperlukan
  4. Menunjuk salah seorang siswa untuk mendemontrasikan sesuai skenario yang telah disiapkan.
  5. Seluruh siswa memperhatikan demontrasi dan menganalisanya.
  6. Tiap siswa mengemukakan hasil analisanya dan juga pengalaman siswa didemontrasikan.
  7. Guru membuat kesimpulan.
  8. Kelebihan Model Pembelajaran Demonstrasi

Menurut Azwan Zain (2006), metode demonstrasi mempunyai kelebihan, sebagai berikut:

  1. Dapat membuat pembelajaran menjadi jelas dan lebih konkrit, sehingga menghindari verbalisme.
  2. Siswa lebih mudah memahami apa yang dipelajari
  3. Proses pembelajaran lebih menarik
  4. Siswa dirangsang untuk aktif mengamati, menyesuaikan antara teori dengan kenyataan, dan mencobanya melakukan sendiri.
  5. Kekurangan Model Pembelajaran Demonstrasi

Menurut Azwan Zain (2006), metode demonstrasi mempunyai kekurangan, sebagai berikut:

  1. Metode ini memerlukan keterampilan guru secara khusus, karena tanpa ditunjang dengan hal itu, pelaksanaan demonstrasi akan tidak efektif.
  2. Fasilitas seperti peralatan, tempat, dan biaya yang memadai tidak selalu tersedia dengan baik.
  3. Demonstrasi memerlukan kesiapan atau perencanaan yng matang di samping memerlukan waktu yang cukup panjang yang mungkin terpaksa mengambil waktu atau jam pelajaran lain.

    DAFTAR PUSTAKA

    Armi. 2012. Model pembelajaran Course Review horay. (Online). http://armirifi.blogspot.com/2012/12/course-review-horay.html .Diakses tanggal 03 Oktober 2016

    Azwan Zain. (2006). Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Rineka Cipta

    Djamarah, Syaiful Bahri & Aswan Zain. 2002. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: PT. Rineka Cipta.

    Hamid, Sholeh. 2011. Metode Edutainment. Jogjakarta: Diva Press.

    Hamzah dan Nurdin Mohammad. 2011. Belajar dengan Pendekatan PAILKEM. Cetakan Pertama. Jakarta: PT Bumi Aksara.

    Hanafiah dan Suhana. 2009. Konsep Strategi Pembelajaran. Bandung: PT Refika Aditama.

    Imade, W,. dkk. 2014. Pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe course review horay berbantuan media audio visual terhadap hasil belajar IPA siswa kelas V SD Saraswati 2 Denpasar. 2(1)

    Mesra, M. 2011. Penerapan Metode Demonstrasi Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Teknik Kolase Melalui Produk Kerajinan Tangan Dalam Mata Pelajaran SBK di SDN Desa Lama Kec. Hamparan Perak T.P 2011/2012. Skripsi. Universitas Negeri Medan.

    Nana Sujdana. (2010). Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar. Bandung: Remaja Rosdakarya.

    PGSD.blogspot.2015. Pengertian, Langkah-Langkah, Kelebihan dan Kekurangan Student Facilitator and Explaining (Online). file:///F:/KULIAH%20SEMESTER%205/MATEMATIKA%20INTERAKTIF/Pengertian,%20LangkahLangkah,%20Kelebihan%20dan%20Kekurangan%20Student%20Facilitator%20and%20Explaining%20-%20Kumpulan%20Materi%20PGSD.htm. Diakses 04 Oktober 2016

    Suprijono, agus. 2009. Cooperative Learning Teori dan Aplikasi Paikem. Surabaya: Pustaka Pelajar.